ngelabil sendirian di Gramedia, tiba-tiba saja mata tertuju pada satu buku yang berjudul “Seni Negosiasi” karya Roger Dowson. entah apa yang menarik tapi tiba-tiba saja buku itu terllihat menarik (mungkin karena ga jago negosiasi ya^^). Sekitar 1 jam berlalu, hanya sempat membaca bab pertama tentang “Negosiasi Awal”. buat yang pingin jago negosiasi terutama pas permulaan negosiasi karena bagaimanapun juga pandangan pertama begitu menggoda…hehe. sok kalo yang mau jual beli, penawaran kerjasama ato minta2 gaji…..ya dicoba sajalah…
1. Mintalah lebih dari yang diharapkan
biasanya ketika kita hendak melakukan negosiasi seperti jual beli atau permintaan gaji seringkali kita meminta lebih dari yang ditawarkan. ketika kita ingin membeli barang kita ingin harga yang lebih murah dari yang ditawarkan oleh penjual. ketika seorang calon pekerja berbicang tentang gaji, ia ingin gajinya lebih mahal daripada yang ditawarkan. tampaknya hal seperti ini sudah tabiat manusia sih..hehe.
Pernakah kita mencoba untuk meminta lebih dari yang diharapkan??
misalnya ketika kita ditawarkan gaji oleh perusahaan A senilai Rp.5.000.000/bulan dan dalam hati kita berharap gaji awal yang sebesar Rp7.000.000/bulan . nah kenapa ga kita coba aj nego menjadi Rp.8.000.000 alias lebih dari yang kita harapkan. sebanrnya ada beberapa alasannya:
1. Mungkin saja dapet…hehehe
2. Potensi negosiasinya akan lebih lebar
3. bisa jadi meningkatkan nilai kesadaran si penawar. bisa jadi dengan kita menawar harga lebih besar akan mningkatkan penilaian penawar terhadapa diri kita/barang. kita berpikir bahwa barang yang mahal itu bagus..bukan begitu??
4. mencegah deadlock. deadlock itu adalah situasi ketika dua atau lebih orang yang sedang memperebutkan sesuatu saling menunggu untuk keputusan final
5. Iklim bahwa lawan akan merasakan bahwa ia menang
2. Jangan pernah katakan ya terhadap penawaran pertama
Suatu ketika temen-temen mau membeli mobil mewah…wuihh.. tiba2 terpajang mobil yang ditawarkan senilai Rp.10.000.000 oleh sang penjual. bagaimana reaski temen2?? saya yakin pasti kebanyakan akan menerima tawaran pertama itu. hati-hati jangan terlalu terburu-mengambil keputusan. Ada dua hal yang akan keluar dalam otak temen-temen ketika harus menunda kata ya alias bernegosiasi dahulu.
1. Apakah bisa mendapatkan tawaran yang lebih baik???
2.Apakah ada yang salah dengan produk tadi??
3. Melakukan flinc (menampakkan reaksi tergoncang atau terkejut)
Kecenderungan seseorang pasti berbeda-beda apakah dia adalah seorang visual, audio dan kinestetik. sebenrnya metode ini lebih berguna ketika lawan negosiasi kita adalah seorang yang visual mungkin audio & kinestetik. Ketika seseorang menawarkan suatu nilai/harga barang kepada kita sedangkan respon kita tampak biasa saja….maka kemungkinan orang tersebut berpikir bahwa harga/nilai yang ia ajukan adalah tepat. ketika kita seolah-olah terkejut penawar tadi akan memiliki kecenderungan pemikirannya goyah. nah dari sana kita langsung mulai negosiasi.
4.Hindari negosiasi yang konfrontatif
Cobalah menyetujui lawan di awal kemudian merubah/membalikkannya …kalo dibuku dibilangnya prinsip fell felt found. Suatu ketika pemateri sengaja mendorong pserta trainingnya dan apa yang terjadi peserta tersebut juga mendorong balik. kalo di fisika aksi reaksi lah. manusia bisa jadi akan cenderung menyerang ketika diserang. jadi jangan bertindak konfrontatif ketika bernegosiasi.
5. Jadilah Penjual atau pembeli yang enggan
Diceritakan seseorang yang pernah membeli kapal laut dan kini ia menyesal membeli kapal tersebut. Suatu ketika orang tadi sedang mencuci kapal sembari dalam hatinya berkata”andaikan ada yang lewat hari ini mka kapal ini akan langsung dijual”…barangkali karena saking bencinya ya. tiba-tiba datang seorang suami istri, sang suami berkata “saya akan membeli kapal ini dengan harga sekian”. dengan seketika jantuk pemilik kapal tadi berdetak kencang dan hatinya larut dalam kebahagiaan. dan akhirnya kapal itu……
hati-hati jangan terlalu cepat mengambil keputusan…berpikirlah dahulu dan jadi penjual/pembeli yang enggan..
negosiasilah..misal dengan berkata “sebenarnya saya berat menjual benda ini..saya terlanjur mencintai kapal…tapi jika kamu ingin membelinya..maukah membelinya dengan haraga sekian( lebih mahal dari harga sebelumnya) ?
6. Gunakan vise technique
Sebenrnya ga terlalu ngerti pas bagian ini..kalo dibuku tadi , disarankan sang negosiator berkata “anda seharusnya lebih baik dari itu”

0 comments:
Post a Comment